Anak muda kebal COVID-19? Ini faktanya

Anak muda kebal COVID-19? Ini faktanya

Jakarta (ANTARA / JACX) – Virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19, menurut catatan Wikipedia, pertama kali ditemukan pada akhir tahun 2019. Namun, masih ada sebagian orang yang tidak yakin bahwa virus mematikan itu ada. hingga pertengahan 2020.

Di media sosial misalnya, opini bisa dipertanyakan Coronavirus terkait dengan sindrom pernapasan akut yang parah 2 (SARS-CoV-2) masih berulang hingga Agustus 2020 meski muncul beberapa bulan sebelumnya.

Stigma terhadap COVID-19 juga berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu stigma yang muncul adalah anggapan bahwa penyakit sesak nafas lebih mungkin menyerang lansia dibandingkan usia muda.

Narasi yang menyatakan bahwa anak muda memiliki kekebalan terhadap infeksi COVID-19 dapat dilihat pada unggahan pengguna Twitter pada Mei dan Juni 2020.

Namun, benarkah anak muda kebal terhadap COVID-19?

Tangkapan layar dari narasi yang menipu tentang anak muda yang kebal terhadap COVID-19. (Indonesia)
Tangkapan layar dari narasi yang menipu tentang anak muda yang kebal terhadap COVID-19. (Indonesia)

Penjelasan:

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) keberatan dengan narasi tentang kekebalan kaum muda terhadap virus corona baru.

"Saya ingin berpesan kepada anak muda: Anda tidak kebal (virus, red). Virus ini bisa membuat Anda tetap di rumah sakit selama berminggu-minggu, bahkan membuat Anda mati," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus seperti dilansir ANTARA. dalam laporan berjudul "Peringatan WHO: Kaum Muda Tidak Kebal COVID-19" yang diterbitkan pada Maret 2020.

Ghebreyesus menambahkan, kaum muda tetap didorong untuk tinggal di rumah meski tidak memiliki riwayat penyakit tersebut. Upaya ini dinilai paling efektif untuk menghentikan penularan virus corona.

Berdasarkan catatan WHO pada Februari-Juni 2020, jumlah kasus COVID-19 di kalangan anak muda mengalami peningkatan.

Sebanyak 15 persen dari enam juta kasus COVID-19 yang muncul pada periode akhir Februari hingga pertengahan Juni 2020 terjadi pada kelompok usia 15-24 tahun, menurut WHO seperti dilansir Kompas.com pada 7 Agustus 2020.

Baca:  Bebaskan stres akibat COVID-19 dalam peti mati dikeliingi zombie

Klaim: Kaum muda kebal terhadap COVID-19
Peringkat: Salah / Disinformasi

Baca juga: Erick Thohir: Akan Ada Vaksin COVID Gratis, Mulai Awal 2021

Cek Fakta: Virus Corona sengaja disebarkan oleh apoteker Indonesia?

Cek Fakta: Korban tewas dunia akibat COVID-19 mencapai 1,6 juta?

Reporter: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
HAK CIPTA © ANTARA 2020