Bappenas targetkan tingkatkan kesehatan mental di Indonesia

Bappenas targetkan tingkatkan kesehatan mental di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN / Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, STP, MS, Ph.D mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kesehatan mental di Indonesia.

Saat ini permasalahan penanganan kesehatan jiwa di Indonesia masih terbatas, baik dari segi fasilitas maupun dokter spesialis seperti psikiater, dokter spesialis bahkan pengobatan kejiwaan.

“Dalam SDGs (goal of sustainable development) salah satu sasarannya adalah bidang kesehatan, target tahun 2020 kita harus menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular, dan meningkatkan kesehatan logam,” kata Pungkas dalam diskusi bertajuk Healthy Mental For All, Minggu.

Baca juga: Meningkatkan kesadaran kesehatan mental dan ruang cerita melalui konten digital

Baca juga: Bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan teman meski tidak saling bertemu

Di Indonesia, depresi menempati urutan ketujuh sebagai penyebab kecacatan atau ketidakmampuan untuk bekerja. Sedangkan gangguan kecemasan menempati urutan kesembilan.

Kesehatan mental juga menjadi masalah serius, terutama pada kasus pandemi virus corona. Sayangnya, penderita atau keluarganya menolak untuk melakukan pemeriksaan karena merasa malu dan tidak ada fasilitas kesehatan pendukung untuk menangani penyakit kejiwaan.

Pungkas mengatakan, pihaknya sedang bekerja keras agar tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit bisa berperan dalam menangani masalah kesehatan jiwa.

“Rumah sakit jiwa itu yang terakhir, artinya menutupi hal-hal yang sudah tidak ada lagi. Jadi prioritasnya perawatan Pribadi atau pelayanan kesehatan primer seperti rumah sakit dan klinik, ”kata Pungkas.

“Tapi ini tidak mudah karena kesehatan jiwa belum tersedia di semua puskesmas. Setahu saya hanya 34 persen puskesmas yang sudah memiliki pelayanan kesehatan jiwa, sisanya belum. Sedikit,” lanjutnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Bappenas akan menerapkan beberapa strategi seperti mendeteksi gangguan kejiwaan, memberikan informasi kepada masyarakat secara rutin, menemukan kasus dan merawat pasien kejiwaan.

Baca:  "Pilek" pada organ intim akibat GO beda dengan keputihan

Baca juga: Jumlah konsultasi dengan psikolog tentang telemedicine meningkat selama wabah

Baca juga: Pakar UGM: Pandemi COVID-19 Penyebab Gangguan Kesehatan Mental

Baca juga: "How is Life?", Sebuah gerakan penggalangan dana untuk menyembuhkan pikiran saat terjadi pandemi

Reporter: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2020