Desainer lokal bisa kreasikan wastra jadi fesyen berkelanjutan di ISEF

Desainer lokal bisa kreasikan wastra jadi fesyen berkelanjutan di ISEF

Ini akan melibatkan ekosistem fesyen, pabrikan, distributor, untuk mendorong sistem penjualan terbuka

Jakarta (ANTARA) – Konsep fashion berkelanjutan atau lebih familiar dengan pengucapannya mode berkelanjutan telah menjadi trend yang mulai diperkenalkan dan populer dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Manajer Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Aulia Fitria, tren ini juga berlaku bagi desainer lokal yang ingin menyulap kain tradisional atau wastra Nusantara menjadi produk dan pakaian bergaya yang mengusung konsep tersebut.

Tren ini, dengan adanya ISEF 2020 yang bertema & # 39; Mode Berkelanjutan, Gaya Hidup Berkelanjutan & # 39;, diharapkan dapat mendorong kreativitas para desainer dan pembuat mode untuk mengolah pakaian menjadi pakaian. bergaya yang awet, ”kata Aulia dalam Virtual Fashion Show Indonesian Syariah Economic Festival (ISEF) 2020, Sabtu.

Baca juga: ISEF 2020 diadakan secara online, dengan tema "Fashion & Sustainable Lifestyle"

Fashion berkelanjutan sendiri merupakan sebuah praktik dalam fashion yang mengedepankan nilai-nilai dari berbagai pihak yang terlibat, terutama lingkungan dan kemanusiaan.

Selain itu, selain mendorong kreativitas, adaptasi dan pengenalan konsep fashion berkelanjutan secara lebih luas, seperti pada sektor fashion muslim diharapkan dapat mendorong perekonomian Indonesia.

"Fashion berkelanjutan Hal ini juga dapat mendorong pemilik usaha untuk menentukan target pasarnya dan memiliki keunggulan inovatif yang kuat, memasuki pasar yang lebih tinggi, seiring dengan semakin meningkatnya permintaan akan produk ramah lingkungan (fashion), ”kata Aulia.

"Ini akan melibatkan ekosistem fesyen, pabrikan, distributor, hingga mendorong sistem penjualan terbuka," tambahnya.

Baca juga: Wapres: ISEF adalah kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat pemasaran produk halal

Salah satu koleksinya ditampilkan di slot pertama pameran mode virtual Indonesian Syariah Economic Festival (ISEF), Sabtu (31/10/2020). (ANTARA / Arnidhya Nur Zhafira)

Sementara itu, BI sendiri terlibat dalam Indonesian Syariah Economic Festival (ISEF) yang merupakan acara tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

Baca:  Ilmuwan periksa isi mumi kucing, ular, dan burung Mesir kuno

Penyelenggaraan ISEF yang telah memasuki tahun ketujuh ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah nasional untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi nasional.

ISEF bertujuan untuk mendorong pengembangan ekosistem halal rantai nilai, dimana busana muslim menjadi salah satu sektor prioritas di dalamnya.

Acara yang diprakarsai Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) ini menghadirkan 720 Lihat karya 164 desainer /merek dalam 12 sesi peragaan busana maya.

Baca juga: Yanti Adeni memperkenalkan kain Cual di ISEF 2019

Hari ini dimulai pukul 16.00 WIB, pelaksanaannya peragaan busana Hari terakhir ISEF 2020 akan disuguhkan hampir melalui kanal YouTube dan sejumlah media sosial resmi ISEF seperti Facebook dan Instagram.

Di hari ketiga acara, koleksi yang ditampilkan berupa konsep mode berkelanjutan dan mengacu pada Prakiraan Tren 2021/2022 dengan tema “New Beginning” tentang mengubah gaya hidup untuk menghadapi era baru.

Ada sejumlah paduan menarik, mulai dari kain tradisional Indonesia seperti batik hingga tenun Bali yang modern namun elegan, hingga aksesori lokal dan masker wajah yang stylish.

Baca juga: ISEF 2019 menghadirkan 39 desainer di parade busana

Baca juga: Zaskia Mecca Mengangkat Tema Ondel-Ondel di ISEF 2019

Reporter: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
HAK CIPTA © ANTARA 2020