Deteksi dini kunci cegah penyakit jantung

Deteksi dini kunci cegah penyakit jantung

Jakarta (ANTARA) – Deteksi dini merupakan kunci pencegahan penyakit jantung, penyakit degeneratif yang terjadi akibat kerusakan jaringan atau organ seiring bertambahnya usia.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dafsah Arifa Juzar menyarankan seorang anak berusia tiga tahun untuk menjalani pemeriksaan jantung.

"Jadi jika sudah lebih dari 30 tahun, Anda harus melakukannya inspeksi hati menilai risikonya sedang atau tinggi dalam lima tahun ke depan, ”kata Dafsah dalam rilis resmi Pusat Kardiovaskular RS Brawijaya Saharjo, seperti dikutip Kamis.

Dafsah mengatakan pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu penyakit datang.

"Jangan menunggu serangannya dulu baru atasi, karena kalau terkena serangan jantung, sama saja. Kalau tidak ditangani dengan cepat, otot akan patah."

Jika Anda merasa mengalami serangan jantung, pergilah ke Ruang Gawat Darurat untuk mendapatkan perawatan dari dokter. Kelola sesegera mungkin agar otot jantung yang rusak tidak bertambah banyak. Tindakan dokter diambil untuk membatasi kerusakan pada fungsi jantung.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat lebih dari 17 juta orang di dunia yang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Baca juga: Tips bersepeda yang aman bagi penderita penyakit jantung

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, di Indonesia terdapat sekitar 2,7 juta orang menderita penyakit jantung atau 15 dari 1000 orang.

Pusat Jantung Kardiovaskular RS Brawijaya, Saharjo, Jakarta merupakan fasilitas pelayanan yang berfokus pada diagnosa, intervensi, operasi jantung dan pembuluh darah serta aritmia.

Ada ruang operasi hibrida yang memungkinkan untuk operasi invasif minimal dan konvensional di tempat yang sama, serta Sistem Pemetaan Kisi HD HD untuk aritmia presisi tinggi dan prosedur ablasi kateter.

“Perpaduan tim dokter dan teknologi akan memberikan hasil klinis yang lebih baik, pilihan manajemen pasien sesuai kebutuhan pasien, efektifitas biaya dan pemulihan lebih cepat,” ucap dokter yang merupakan Konsultan Kardiologis Intensive Care Cardiologist & Cardiologist.

Baca:  Mengupas delirium, penyakit bingung mendadak

Baca juga: Jaga kesehatan jantung melalui kelas Zumba Fitness

Baca juga: Apakah latihan jantung khusus untuk mencegah COVID-19?

Baca juga: Manajemen stres selama pandemi COVID-19 mencegah masalah jantung

Reporter: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2020