Dior persembahkan kampanye musim gugur untuk seniman feminis

Dior persembahkan kampanye musim gugur untuk seniman feminis

Jakarta (BETWEEN) – Melanjutkan dialognya dengan seniman feminis, Artistic Director untuk koleksi wanita, Dior Maria Grazia Chiuri, meluncurkan kampanye iklan musim gugur yang terinspirasi oleh Marcella Campagnano, seorang seniman feminis Italia.

Difoto oleh Paola Mattioli, iklan tersebut menampilkan mosaik potret para model, yang mewakili berbagai peran dan identitas feminin.

Foto-foto tersebut merujuk pada seri fotografi Campagnano Seventies yang berjudul "Penemuan Feminitas", di mana Campagnano menyamar sebagai pola dasar wanita termasuk seorang ibu, pelajar, pelacur, pengantin wanita dan wanita hamil.

Model berpose dengan menciptakan nuansa seri fotografi. Hanya model yang ditampilkan yang mengenakan koleksi busana musim gugur terbaru Dior.

Baca juga: Pertarungan "Batik" Koleksi Dior dan Louis Vuitton

Baca juga: Dior luncurkan koleksi Cruise 2021

Dalam rangkaian foto, tanda neon bertuliskan "Persetujuan", "Patriarki = Penindasan" dan "Kita Semua Wanita Klitoridia" – yang merupakan karya kolektif dari seniman feminis Claire Fontaine.

Kampanye ini menampilkan Selena Forrest, Maryel Uchida, Marty Fall, Estelle Chen dan Felice Noordhoff. Beberapa model berbusana kaos dengan tema kampanye bertema "I Say I", sebuah ekspresi dari manifesto feminis Italia Carla Lonzi, yang merupakan salah satu sosok yang menginspirasi koleksi tersebut.

Kampanye Dior, yang dianggap sebagai bentuk seni untuk feminis, disutradarai oleh Fabien Baron, stylist Elin Svahn, dengan penata rambut Paul Hanlon dan makeup oleh Peter Philips, lapor WWD.

Baca juga: Dior bikin versi mini koleksi couture Autumn / Winter 2020

Baca juga: Dior bakal menggelar fashion show tanpa penonton barisan depan

Baca juga: Sepatu kolaborasi Dior dengan Air Jordan diluncurkan

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2020

Baca:  Tinkerlust buat peragaan busana virtual bersama merek ramah lingkungan