Gelar konser saat pandemi? Ini yang harus diperhatikan

Gelar konser saat pandemi? Ini yang harus diperhatikan

Jakarta (ANTARA) – Di hari pertama diberlakukannya kembali pembatasan sosial transisi skala besar (PSBB) di Jakarta, banyak sektor mulai beradaptasi untuk membuka akses dan layanannya, termasuk di bidang hiburan seperti film dan musik.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI telah merilis panduan terbaru untuk musisi, penyelenggara, dan masyarakat yang ingin merasakan sensasi konser di tengah epidemi dengan aman dan nyaman, termasuk menerapkan perilaku 3M yaitu memakai masker, rajin cuci tangan dan selalu menjaga jarak. .

“Kemenparekraf sedang membuat bimbingan teknis untuk sektor musik, bagaimana penyelenggaraan acara musik saat pandemi. Ada panduan umum dan khusus untuk ini,” kata Staf Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ari Juliano Gema, melalui diskusi online, Senin.

Ada pedoman umum tentang protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan secara teratur, dan menjaga jarak.

Sedangkan untuk panduan khusus tentang pagelaran musik, Ari mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pihak terkait.

Kemenparekraf mengimbau kepada seluruh musisi, kru, dan kru panggung yang terlibat untuk melakukannya tes cepat atau uji sapu dengan hasil negatif, dilampiri pernyataan masa berlaku hasil tes dari instansi berwenang.

“Usahakan setiap pemain menggunakan instrumen pribadi yang sudah didesinfeksi dan tidak bergantian dengan pemain lain,” kata Ari.

Selain itu, tidak mengundang penonton untuk terlibat di atas panggung, dan mengupayakan untuk mengadakan konferensi pers dan fan gathering secara online.

Aktor memiliki pengecualian untuk tidak memakai topeng hanya saat di atas panggung. Namun tetap lakukan pencegahan lain, seperti menjaga jarak, gunakan saja pelindung wajah, partisi, dan inovasi lain yang dapat meningkatkan perlindungan diri Anda dan orang di sekitar Anda.

Baca:  Kopi bubuk khas Gresik rambah "e-commerce"

Untuk antrian, disarankan untuk memberikan antrian tambahan setelah pemeriksaan tiket untuk mengecek suhu tubuh penonton, dan mengatur antrian untuk masuk dan keluar area konser.

Membuat barikade untuk menjaga jarak dari penonton ke panggung dan antar penonton, serta mengatur lalu lintas kendaraan di area konser agar terkontrol dan tidak ramai.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, untuk pementasan musik tersebut tempat tinggal Di kafe yang akan dibuka berkapasitas 50 persen itu, ia berpesan agar pengunjung tidak beranjak dari tempat duduknya saat acara musik berlangsung.

Ada saran untuk menggunakan teknologi digital untuk mengumpulkan permintaan lagu dari penonton.

# satgascovid19 #pandukonser #konsersaatpandemi

Baca juga: Kemenparekraf: Bepergian Lebih Nyaman dengan Masker

Baca juga: Dion Wiyoko pakai 3M saat wabah COVID-19 merebak

Baca juga: Dokter: Lindungi diri Anda dan orang lain dari COVID-19 dengan masker

Reporter: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © ANTARA 2020