“How’s Life?”, gerakan galang dana untuk pulihkan batin masa pandemi

"How

Jakarta (ANTARA) – Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia hari ini, para praktisi kesadaran dari platform konseling Ibunda.id, Adjie Santosoputro memulai program dan layanan penggalangan dana bertajuk "How & # 39; s Life".

Gerakan bekerjasama dengan BenihBaik.com sebagai crowdfunding Platform ini bertujuan untuk merehabilitasi komunitas internal melalui bantuan keuangan untuk mendapatkan nasihat gratis kepada psikolog dan psikiater.

"How & # 39; s Life" juga dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, terutama dalam pandemi COVID-19 saat ini.

Baca juga: Selena Gomez memproduksi kosmetik untuk membantu masalah kesehatan mental

Baca juga: SuperM bekerja sama dengan WHO untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia

“Mental itu sesuatu yang bukan fisik. Tapi kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kita harus menjaga kesehatan mental. Dimulai dengan keberanian berbicara dan berkonsultasi dengan psikolog dan psikiater. Kita juga harus bekerja sama untuk menyehatkan kesehatan jiwa di Indonesia,” ujarnya. Adjie dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Ia mengatakan, kondisi masyarakat saat ini yang tidak berinteraksi langsung satu sama lain dan melakukan isolasi sosial selama berbulan-bulan membuat tingkat stres mereka semakin tinggi. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan, depresi, bahkan bunuh diri.

"How & # 39; s Life" rencananya akan tayang selama enam bulan mulai Sabtu ini. Donasi yang terkumpul akan disalurkan ke Ibunda.id yang nantinya akan digunakan bagi peserta yang membutuhkan pendampingan konseling psikologi dan psikiatri.

Dalam kesempatan terpisah, pendiri Benihbaik.com Andy F. Noya mengingatkan bahwa masalah kesehatan jiwa tidak boleh dilupakan di masa-masa sulit akibat wabah yang sedang mewabah.

“Tidak ada salahnya, tapi ternyata banyak hal yang harus diperhatikan selain ekonomi, salah satunya adalah menjaga kesehatan jiwa. Kita pasti ingin hubungan kita dengan sesama dan lingkungan tetap harmonis. Kita juga tidak bisa sendiri, jadi nyata saat kita membutuhkan orang lain,” ujarnya. dia berkata. dia.

Baca:  Kemarin, BMW R18 Classic Tourer, rekomendasi wisata "long weekend"

Baca juga: Meningkatkan kesadaran kesehatan mental dan ruang cerita melalui konten digital

Baca juga: Menjaga kesehatan mental selama pandemi dengan "perhatian"

Baca juga: WHO dan TikTok berkampanye untuk Hari Kesehatan Mental Sedunia

Reporter: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2020