KPPPA: Pemberdayaan perempuan kuatkan ketahanan keluarga

KPPPA: Pemberdayaan perempuan kuatkan ketahanan keluarga

Jakarta (ANTARA) – Perwakilan Partisipasi Masyarakat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Indra Gunawan mengatakan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi dapat memperkuat ketahanan keluarga.

Perempuan yang berdaya secara ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian wabah COVID-19, dapat membantu memperkuat ekonomi keluarga.

“Pada tahun 1998 saat terjadi keterpurukan ekonomi, usaha mikro yang banyak dilakukan oleh perempuan sangat mendukung dan tidak terpengaruh oleh kejadian apapun, termasuk sekarang kita menghadapi COVID-19,” kata Indra dalam webinar, Selasa.

Ia yakin perekonomian Indonesia yang terdampak wabah COVID-19 akan dapat pulih berkat usaha mikro, kecil, dan menengah yang kegiatan domestiknya menjadi tanggung jawab perempuan, membuat perempuan sering melakukan banyak hal sambil tetap menjaga keluarganya. Oleh karena itu, banyak perempuan memiliki usaha yang berhubungan dengan rumah tangga.

Baca juga: Menteri PPPA: Ibu berperan penting dalam mencegah keluarga terpapar COVID-19

"Sekarang kegiatannya di rumah, jadi banyak bisnis dari rumah. Kami mendukung upaya penguatan bisnis yang dilakukan dari rumah."

Upaya mendorong pemberdayaan perempuan tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk swasta, untuk mendorong perempuan diberdayakan secara ekonomi.

“Perempuan berdaya, anak dilindungi, Indonesia sejahtera,” ujarnya.

Ia berharap sinergi dalam upaya pemberdayaan perempuan dapat meningkatkan peluang perempuan untuk berpartisipasi dalam membantu perekonomian keluarga.

Indra berharap kelak akan lebih banyak pihak swasta yang membantu perempuan menjadi lebih berdaya, sehingga ketahanan keluarga juga semakin diperkuat.

Potensi dan peran perempuan di bidang ekonomi sebagai pelaku usaha cukup besar, terlihat dari survei Bank Dunia tahun 2016 yang menyebutkan lebih dari 50 persen usaha mikro dan kecil dimiliki oleh perempuan.

Baca:  Mengenal tren mengencangkan organ kewanitaan dengan suntik "stem cell"

Berdasarkan Perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 2017-2018, dari total 64 juta unit usaha di Indonesia, 99,99 persen diantaranya merupakan usaha mikro, kecil dan menengah.

Baca juga: Banyak perempuan menjadi tulang punggung keluarga saat wabah COVID-19

Baca juga: Gojek bekerja sama dengan UN Women, dorong pemberdayaan ekonomi perempuan

Baca juga: UMKM Perempuan dan Penyandang Disabilitas Gandeng e-commerce, Apa Manfaatnya?

Reporter: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2020