Mengapa anak muda bisa kena diabetes?

Mengapa anak muda bisa kena diabetes?

Jakarta (ANTARA) – Dari berbagai penyebab anak muda, terutama yang berusia di bawah 30 tahun, menderita diabetes tipe 2 adalah malas berolahraga dan pola makan tidak sehat yang akhirnya menyebabkan kegemukan.

"Diabetes tipe 2 awalnya hanya pada orang dewasa, kini di usia yang lebih muda, di bawah usia 30 tahun. Selain faktor keturunan, faktor lingkungan antara lain pola makan dan malas berolahraga sehingga obesitas bisa memicu diabetes di usia muda," kata Ikatan Endokrinologi Indonesia. . (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika dalam virtual event bertema diabetes, Selasa.

Prof. Suas menyatakan, pola makan tidak sehat ini mencakup sedikit sayuran, namun tinggi lemak jenuhnya dan tinggi kalori.

Baca juga: Untuk menjaga kesehatan jantung penderita diabetes & tekanan darah tinggi saat terjadi wabah

Baca juga: Anjuran dokter bagi penderita diabetes selama periode penyesuaian normal baru

Sementara untuk olahraga, laman WebMD mencatat, kurang dari tiga kali seminggu disebut-sebut sebagai kurangnya olahraga dan perilaku gaya hidup yang tidak aktif.

Bahkan selama wabah COVID-19 saat ini, ada berbagai pilihan olahraga untuk dicoba termasuk berjalan sambil mencari monster virtual yang terlambat. permainan Pokemon GO. Pakar kedokteran olahraga Michael Triangto pernah mengatakan bahwa jalan kaki merupakan salah satu bentuk senam aerobik. Namun, jangan mengabaikan protokol kesehatan.

Spesialis penyakit dalam yang pernah menjabat sebagai Anggota Pengurus IDF Wilayah Pasifik Barat, Prof. Dr. dr. Wartawan Soegondo menambahkan, merokok juga menjadi faktor pemicu diabetes tipe 2.

Oleh karena itu terutama bagi anda yang tidak memiliki riwayat keluarga diabetes dianjurkan untuk rajin berolahraga yaitu 30 menit sehari, menerapkan pola makan seimbang, berhenti merokok, cek kadar gula darah secara rutin untuk mencegah penyakit serupa.

Baca:  Ruam kulit di tangan dan kaki jadi tanda COVID-19

Diabetes diklasifikasikan sebagai penyakit progresif dan kronis. Di Indonesia, prevalensi diabetes mengacu pada data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, 2013 dan 2018 yang menunjukkan peningkatan yang cukup tajam yaitu 5,7; 6.9 dan 10.9 pada orang berusia di atas 18 tahun.

Artinya sekitar 10-11 juta orang di Indonesia atau 1 dari 25 orang hidup dengan penyakit pembunuh ketiga setelah stroke dan jantung koroner.

Sayangnya, sebanyak 50 persen orang tidak menyadari penyakit tersebut. Akibatnya, mereka berpotensi menemui dokter hanya jika telah terjadi komplikasi.

“Hal ini menyebabkan masalah diabetes di Indonesia sangat besar. Dari aspek tersebut kos Ini yang menjadi perhatian selain aspek kesehatan, ”kata Prof Suastika.

Baca juga: Kapan Saatnya Memeriksa Gula Darah Anda untuk Diabetes?

Baca juga: Untuk menghindari komplikasi, penderita diabetes harus mengatur pola makannya

Baca juga: Mengatasi bau mulut bagi penderita diabetes

Reporter: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © ANTARA 2020