Olahraga di luar saat sepi, boleh turunkan masker sebentar?

Olahraga di luar saat sepi, boleh turunkan masker sebentar?

Jakarta (ANTARA) – Penggunaan masker saat berolahraga tentu menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Namun bagaimana jika aktivitas tersebut dilakukan di tempat yang sepi? Bisakah saya melepas topeng saya sebentar, lalu memakainya lagi ketika saya berpapasan dengan orang lain?

Warga Kedokteran Olahraga Freddy Ferdian mengatakan kepada ANTARA bahwa Persatuan Dokter Olahraga (PDSKO) mengeluarkan proposal tentang tingkat risiko latihan jasmani dan olahraga.

Asosiasi menyarankan masyarakat atau non-atlet untuk berolahraga secara fisik dan berolahraga di rumah – sendiri atau dengan anggota keluarga di rumah menggunakan peralatan mereka sendiri – di mana masker tidak perlu dikenakan.

“Untuk latihan di luar ruangan, rekomendasi paguyuban tetap pakai masker dengan intensitas yang disesuaikan,” kata Freddy kepada ANTARA beberapa waktu lalu.

Baca juga: Menggelar konser saat wabah? Ini harus diperhatikan

Jika seseorang berolahraga di area luar ruangan yang tenang dan kemudian melepas topengnya sebentar karena menurutnya lingkungannya aman, ada beberapa risiko yang bisa muncul.

“Saat masker diturunkan di bawah dagu, sebenarnya menyentuh area tubuh yang 'tercemar', yaitu area tubuh yang awalnya tidak tertutup masker dan berpotensi tercemar tetesan atau aerosol dari orang lain,” jelasnya.

Masalah juga bisa muncul saat masker dilepas dan disimpan. Semakin sering Anda melepas dan memakai masker, kemudian menyimpannya di berbagai tempat terutama di tempat yang bersih dan rapi maka kemungkinan kontaminasi dan tetesan tetesan di atasnya juga akan semakin meningkat.

Selain itu, aerosol yang hampir tak terlihat berada di udara lebih lama dari tetesan.

"Bayangkan skenario ini: Minggu pagi Adi lari membuka kedok di kawasan Monas lima menit sebelum Budi. Ketika Budi melewati Monas, sepertinya jalurnya kosong tapi siapa yang bisa menjaga kawasan Monas bebas dari aerosol yang ditiup Adi?" dia berkata.

Baca:  Kemarin, Hari Batik Nasional hingga "comeback" BLACKPINK

Oleh karena itu, ia menyarankan agar berhati-hati agar tidak menyesal nantinya dengan memakai topeng untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Dokter Muliadi Limanjaya juga menunjukkan risiko melepas masker. Dokter umum dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya mengatakan, masker yang dipindahkan ke dagu bisa membuat bakteri berpindah dari hidung dan mulut ke dagu, begitu pula sebaliknya saat masker digunakan kembali.

Saat Anda memakai masker, Anda harus menjaga kontak antara tangan dan masker seminimal mungkin. Jika Anda harus melepas atau membuangnya, lakukan dengan prosedur yang benar.

Untuk melakukan ini, lepas masker secara perlahan dengan melepas karet gelang dari daun telinga sambil menjauhkan masker dari wajah dan pakaian.

Hindari menyentuh bagian depan masker dengan tangan karena permukaan depan masker adalah bagian yang mungkin terkontaminasi.

"Segera lepas masker di tempat sampah yang tertutup setelah digunakan," kata Muliadi melalui email.

Setelah itu, cuci tangan setelah menyentuh atau melepas masker. Gunakan air mengalir dan sabun atau saputangan berbahan dasar alkohol.

# satgascovid19 #portsapakaimasker

Baca juga: Dion Wiyoko pakai 3M saat wabah COVID-19 merebak

Baca juga: Paddy Reborn meminta untuk mematuhi protokol kesehatan melalui "Ingat Pesan Ibu"

Baca juga: Dokter: Lindungi diri Anda dan orang lain dari COVID-19 dengan masker

Reporter: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © ANTARA 2020