Pasien COVID-19 gejala ringan perlu tetap berolahraga, tapi ada syarat

Pasien COVID-19 gejala ringan perlu tetap berolahraga, tapi ada syarat

Jakarta (ANTARA) – Mereka yang terkena COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala atau hanya mengalami gejala ringan wajib berolahraga namun dengan intensitas ringan agar sehat kembali.

Kepala Instalasi Rawat Inap RSUD Pasar Minggu dr. Desty Wijayanti menuturkan, jika pasien termasuk dalam kategori COVID-19 ringan dan bisa beraktivitas, ia bisa melakukan senam ringan dan berjemur di dalam ruangan.

“Tentunya untuk kesembuhan pasien, kami tidak hanya menganjurkan mereka untuk berbaring di tempat tidur. Hal ini tentunya membantu mereka agar lebih fit dan tidak bosan saat dirawat di rumah sakit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa.

Penderita dapat mencoba berdiri dan meregangkan tubuh, daripada terlalu banyak duduk seperti menonton televisi, menggunakan media sosial atau bermain game. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya bergerak dan peregangan yang dapat meningkatkan kesehatan seseorang. Berjalan-jalan di sekitar ruangan selama 5-10 menit, lalu secara bertahap meningkatkannya menjadi 30 menit juga merupakan pilihan.

Jika Anda tidak tahu harus berbuat apa, mengikuti kelas gym, atau menonton olahraga online, Anda dapat mencobanya. Desty mengungkapkan petugas kesehatan di tempat kerjanya tidak segan-segan memberikan referensi video senam ringan lewat YouTube, sebagai bentuk perhatian personal kepada pasien COVID-19.

Menurut ahli gizi multivitamin gummy Youvit Princess Aisyaffa, memberikan rekomendasi video olahraga ringan sebenarnya dapat memengaruhi kebahagiaan pasien dan memengaruhi stimulasi sistem kekebalan yang lebih baik.

Dia, mengutip penelitian di jurnal NCBI (National Center for Biotechnology Information), mengatakan suasana hati atau keadaan psikologis seseorang dapat mempengaruhi sistem kekebalannya.

“Oleh karena itu, jika penderita COVID dapat merasa nyaman selama masa pengobatan, hal ini akan membantu respon sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat berdampak positif pada proses penyembuhan,” kata Puteri.

Baca:  Kenali penyebab cegukan dan kiat mengatasinya

Namun, WHO mengingatkan, jika seseorang mengalami demam, batuk, dan sesak napas, sebaiknya tunda olahraga. Mereka harus tinggal di kamar dan beristirahat selama menerima perawatan medis.

Hal senada diungkapkan dokter olahraga di Mayo Clinic Daniel Montero. Jika seseorang mengalami demam, badan pegal, atau gejala lain seperti sakit perut atau batuk, sebaiknya istirahat sampai gejala mereda.

“Sebaiknya tunda olah raga jika mengalami gejala seperti dada sesak, batuk terus-menerus, dan sakit perut. Dan jika mengalami demam sebaiknya diberikan waktu beberapa hari untuk istirahat dan sembuh,” ujarnya seperti dilansir Medical Xpress.

Baca juga: Mulai sekarang, bicaralah dengan lembut untuk memperlambat penyebaran COVID-19

Baca juga: Pandemi COVID-19, masyarakat makin sadar mengelola keuangan

Baca juga: Direktur RSUD Balikpapan berbagi tips cegah penyebaran COVID-19

Reporter: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
HAK CIPTA © ANTARA 2020