Psikolog: Jangan gunakan kalimat yang dibuat lucu pada anak

Psikolog: Jangan gunakan kalimat yang dibuat lucu pada anak

Penting untuk mengajari anak berbicara lebih jelas, misalnya tidak menggunakan kalimat lucu

Jakarta (ANTARA) – Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengingatkan orang tua untuk mengajari anak berbicara jernih, membantu mereka belajar berpikir cepat.

“Penting untuk mengajari anak berbicara lebih jelas, misalnya tidak menggunakan kalimat yang lucu. Ucapkan kalimat yang jelas seperti berbicara dengan orang tapi lebih pendek,” kata perempuan yang biasa disapa Nina itu dalam webinar, Kamis (17/9). 12).

Dia menyarankan orang tua untuk membantu anak-anak mereka meningkatkan kosakata dengan membaca dan melibatkan mereka dalam percakapan. Saat Anda kehabisan ide, bawalah buku anak-anak dan bacakan untuk mereka.

Baca juga: Bermain dengan anak tak harus rumit, kata psikolog

Baca juga: Psikolog: Anak yang Melakukan Bully karena Kesalahan Orang Tua

Cara ini sekaligus bisa membuka pandangan si kecil tentang apa yang ada di sekitarnya sehingga kemampuan berpikirnya lebih terangsang.

Untuk anak usia 1-5 tahun, bermain puzzle seperti permainan bersembunyi juga bisa menjadi pilihan untuk mendorong mereka berpikir cepat.

Selain berpikir cepat, anak juga diharapkan bisa percaya diri. Satu hal yang bisa dilakukan orang tua, adalah memberi mereka kesempatan untuk memilih dan mengurus diri sendiri.

“Misalnya saat memilih pakaian, berikan pujian saat anak menunjukkan perilaku yang baik, beri kesempatan pada anak untuk melatih kemampuan mengurus diri sendiri, seperti mandi, makan sendiri,” kata Nina.

Prestasi potensial lain yang diharapkan muncul pada anak adalah aktif bersosialisasi. Menurut Nina, untuk mencapai hal tersebut, para orang tua dapat mulai menggunakan bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari saat berkomunikasi hingga terbiasa memahami cara berinteraksi dengan orang lain.

Baca:  Dadang Hawari, psikiater sekaligus pendakwah itu berpulang

Kemudian, dengarkan dan berikan respon yang positif saat anak mulai berinteraksi dengan orang lain, minta mereka melakukan aktivitas bermain berpura-pura bermain atau memainkan peran.

Selain stimulasi, Nina juga mengingatkan pentingnya asupan gizi yang cukup, memberikan ruang yang aman bagi anak untuk beraktivitas sebagai komponen penting dalam membesarkan anak.

Baca juga: Psikolog memperingatkan orang tua agar tidak takut pada anak tentang COVID-19

Reporter: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2020