Tugu Virus Corona, daya tarik baru objek wisata di Pekanbaru

Tugu Virus Corona, daya tarik baru objek wisata di Pekanbaru

Saya cari di internet, di Indonesia tidak ada Monumen Virus Corona seperti ini. Bagi saya ini sangat unik

Pekanbaru (ANTARA) – Seorang pengelola objek wisata di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, telah mendirikan Monumen Virus Corona yang saat ini ramai dikunjungi pengunjung saat liburan Natal dan Tahun Baru di tengah pandemi COVID-19.

“Alasan kami membuat Monumen Virus Corona ini karena pandemi merupakan salah satu sejarah dalam kehidupan kami yang tidak boleh kami lewatkan. Kami rencanakan dengan warna-warni yang lucu agar masyarakat tidak lagi harus takut dengan wabah penyakit, tetapi hati-hati dalam menjalani kehidupan yang normal. kata Edy Asian Farm Manager di Pekanbaru, Senin.

Monumen Virus Corona setinggi empat meter kini menghiasi pintu masuk objek wisata Asia Farm. Monumen beton didesain unik karena berupa karikatur viral berwarna putih, pink dan ungu. Sekelilingnya terbuat dari tangga batu dan tulisan berwarna "CORONA" menambah keunikan monumen tersebut.

Baca juga: Pemerintah menargetkan 2 juta wisman berkunjung ke Jawa Tengah dan Yogyakarta

Ia mengatakan, monumen itu juga bertujuan menarik perhatian masyarakat untuk berwisata di tengah wabah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Menurut dia, bisnis sektor pariwisata yang terkena dampak wabah membuat pengelola objek wisata harus kreatif beradaptasi agar bisa bertahan. Jumlah kunjungan menurun drastis, dan tempat wisata di Pekanbaru tidak beroperasi selama penerapan Batas Sosial Skala Besar (PSBB) pada Mei lalu.

“Kami berantakan karena ada 70 orang yang bekerja di tempat ini, sedangkan selama PSBB kami tidak boleh membukanya,” ucapnya.

Dia mengatakan operator tur harus cepat beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti masker wajib bagi pengunjung, menyediakan tempat untuk mencuci tangan, dan mengukur suhu tubuh pengunjung dan menerapkan batasan jarak untuk menghindari keramaian.

Baca:  IDEAFEST 2020 tekankan masalah pembangunan personal dan lingkungan

Baca juga: Pantai Selatan akan bernuansa Portugis

“Kita bersyukur Asia Farm memiliki konsep open tourism, dan sekarang luas areal kita 6 hektar dan ada 40 wahana dan 26 ternak untuk edukasi,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan, jumlah kunjungan itu tidak menyenangkan sebelum merebak. Salah satunya karena pengelola hanya membatasi 50 persen pengunjung dari kapasitas ruang yang tersedia.

Dibandingkan liburan Natal tahun lalu, lanjutnya, jumlah kunjungan kini turun sekitar 50 persen. “Kalau terlalu ramai, kami juga khawatir akan timbul masalah karena situasi saat ini sedang menular,” ujarnya.

Seorang pengunjung, Ilham Gobel, mengatakan bahwa dirinya sengaja datang ke Asia Farm untuk melihat Monumen Virus Corona. Menurutnya, monumen ini sangat unik dan bisa menjadi ikon baru di Kota Pekanbaru.

“Saya cari di internet, di Indonesia tidak ada Monumen Virus Corona seperti ini. Buat saya ini sangat unik,” ujarnya.

Baca juga: Kabupaten Gunung Kidul memperluas destinasi wisatanya

Baca juga: Sejumlah tempat wisata di Riau dibuka kembali

Reporter: FB Anggoro
Editor: Suryanto
HAK CIPTA © ANTARA 2020