Wisata virtual, ke candi, museum hingga bulan

Wisata virtual, ke candi, museum hingga bulan

Jakarta (ANTARA) – Selalu ada peluang di tempat sempit. Saat dihadapkan pada pembatasan perjalanan akibat wabah virus corona, orang menggerogoti otak untuk bisa bepergian tanpa menginjakkan kaki di luar rumah, sehingga terhindar dari risiko tertular COVID-19.

Tur atau tamasya virtual adalah alternatif jalan yang aman, melepaskan kerinduan akan perjalanan yang belum selesai. Inovasi ini telah diadaptasi oleh tempat-tempat wisata, museum, bahkan pemandu wisata yang tidak memiliki tawaran pekerjaan karena tidak ada turis yang datang ke tempatnya.

Selama epidemi ini, banyak tur virtual gratis dan berbayar diatur bagi orang-orang yang tidak sabar untuk keluar. Tidak seperti mencari informasi atau video secara mandiri, terdapat panduan yang dapat menjelaskan informasi menarik tentang tempat untuk dikunjungi.

Baca juga: Liburan virtual dari kabin pesawat yang masih mendarat

Perjalanan virtual memang tidak bisa menggantikan sensasi bepergian, tapi setidaknya bisa menjadi "camilan" sembari menunggu situasi kembali aman untuk berwisata, sekaligus mempersiapkan Anda untuk membuat rencana perjalanan ke depan.

1. Candi Borobudur

Ribuan wisatawan Jepang "singgah" ke Candi Borobudur melalui virtual tour yang diadakan oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan KBRI Tokyo.

Wisatawan menyaksikan keindahan candi yang megah tersebut melalui KBRI di akun media sosial Instagram di Tokyo. Meski tidak datang langsung, namun keingintahuannya bisa diselesaikan berkat informasi yang diberikan oleh pemandu wisata interaktif.

Baca juga: Inilah cara Bali menarik turis Jepang selama COVID-19

2. Pulau Bali

Pulau Dewa yang terkenal juga mengadakan tur tamasya virtual untuk turis dari Sakura selama wabah. Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar memperlihatkan aktivitas warga pedesaan untuk turis Jepang.

Bersama pemandu wisata berbahasa Jepang, wisatawan diajak berjalan kaki dari rumah warga, melintasi persawahan, kemudian melihat aktivitas menenun.

Baca:  Kemarin, Chacha Sherly meninggal dunia hingga fitur baru Telegram

3. Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta telah dibuat tur virtual 360 yang dapat diakses melalui channel Youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Wisatawan bisa mendapatkan gambaran situasi terkini di Yogyakarta terutama fasilitas pendukung wisata seperti bandara, stasiun kereta api, akomodasi hotel, dan homestay. Selain itu juga dihadirkan video yang menampilkan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas Yogyakarta, termasuk penerapan protokol kesehatan yang wajib diikuti wisatawan saat berkunjung.

Baca juga: Perjalanan virtual ke Australia Barat #dirumahaja

4. Museum

Museum dalam dan luar negeri pun tak berdiam diri ketika harus menutup akses pengunjung untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona. Di Indonesia, beberapa museum menyediakan layanan tamasya virtual. Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajak warga belajar sejarah melalui kunjungan virtual ke beberapa museum, seperti Museum Kebangkitan Bangsa, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

5. Luar angkasa

Tak puas hanya pergi ke pelosok nusantara atau luar negeri, Jakarta Creative Tourism melakukan perjalanan virtual ke luar angkasa. wisatawan bersiap-siap untuk ruang dan "berkumpul" melalui aplikasi Zoom, mendengarkan panduan yang menjelaskan semua hal tentang perjalanan ruang angkasa.

Mereka diajak ke lokasi peluncuran roket Badan Antariksa AS untuk isi pesawat yang digunakan wisatawan ke luar angkasa guna mengidentifikasi astronot wanita Indonesia, Pratiwi Sudarmono, yang hendak berangkat jika pesawat ulang alik Challenger tidak mengalami kecelakaan.

Baca juga: Tur virtual, oasis pelepas dahaga untuk berwisata

Baca juga: Traveloka melakukan tur virtual ke 15 destinasi wisata di Indonesia

Reporter: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
HAK CIPTA © ANTARA 2020